Karin, 18 tahun, insan ibu pertiwi. Suka cerita, mengkhayal, makan dan membuat puisi. Hobi beraksi ketimbang gempar sana-sini. Penyimpan rahasia, pemecah teka-teki. Suka yang aneh-aneh tapi bukan penyembah iluminati. Aliran : hipsterisasi. Status : joblowati.
May 31st
1:26 AM
Via
May 29th
12:38 AM

just the two of us, you and i

May 27th
12:54 PM
Via
1:32 AM
Via
12:41 AM

surat-surat untuk teduh (pt.I)

Malas kukait tali pengamanku, biar saja lampu peringatan itu berkedip-kedip ditambah suaranya yang menyebalkan. Hari terlalu panas sampai bergerak sedikit di dalam mobil full AC saja aku malas. Gontai malas, kugerakkan setir ke kiri dan ke kanan. Sampai akhirnya 4 belokan sebelum sampai rumahku aku mulai sibuk memunguti barang-barang yang berjatuhan dibawah kursi untuk dimasukan kedalam tas. Tapi tiba-tiba, bayangan kecil melintas menyebrang. Hanya 10 meter jaraknya, kuinjak remku dalam-dalam sambil menyebut nama Tuhan. “BRUKKKK!!!!” Mobilku sukses berhenti, makhluk untunglah selamat. Walau kepalaku sakit luar biasa karena menghantam setir. Pusing sekali. Kulihat makhluk itu ternyata seekor anjing kecil. Pusing dan sakit sekali. Kabur pandanganku. Bau amis. Hilang sekelilingku.

Aku terbangun, setengah sadar dan sadar aku entah dimana. Kepalaku masih sakit dan pusing. Kuraba-raba jidatku yang entah siapa yang mengompresnya dengan air dingin. Ada benjol lumayan besar dan nampaknya sedikit luka karena terasa perih. Sesalku menyepelekan peringatan lampu kecil tanda sabuk pengaman belum terpasang. Kalau tadi kupakai pasti tak seperti ini jadinya.

Entah aku dimana, ruangan itu berwarna putih bersih dan bau cat baru masih pekat terasa. Cuma ada tempat tidur, meja kecil, sebuah lemari putih dan kipas angin diruangan ini. Kucoba mengangkat kepalaku untuk mengok keluar, pemandangan yang ada cuma ruang tengah yang berantakan penuh kotak-kotak besar yang masih belum dibuka. Kudengar suara gemerincing bel, makin lama makin mendekat. Disertai suara berat, suara lelaki! Sigap kubenarkan posisi berbaringku. Tiba-tiba seekor anak anjing gemuk melompat keatas kasur, didekat kakiku. Aku kaget pukan kepalang dan sontak menjerit. “Bumbum! Turun!” Seorang lelaki muda membawa nampan menyeru pelan pada anjing itu. Dan si anjing kecil yang ternyata bernama Bumbum itu langsung patuh dan turun dari ranjang.

“Maafkan anjing saya, kamu tidak apa-apa? Hampir satu jam kamu pingsan.” kata lelaki itu sambil menaruh nampan berisi air putih dan sebuah roti di atas meja kecil.

Oka Antara di campur Rio Dewanto versi putih dan tinggi plus kacamata frame hitam itulah kira-kira tampang lelaki itu. Dan jika detik itu aku bisa pingsan lagi, mungkin aku  akan pingsan lagi.

May 26th
11:16 PM
Via
10:18 PM
udah diet susah-susah dua mingguan terus gak ada turun sedikit pun tu rasanya….

udah diet susah-susah dua mingguan terus gak ada turun sedikit pun tu rasanya….